In Memoriam Kucing Perong

  • Nama: Perong 
  • Panggilan: Kentung/Perong
  • Umur: 5 Tahun
  • Ras: Domestik
  • Jenis Kelamin: Jantan
  • Lahir: 2020 
  • Meninggal: 2025
Riwayat hidup:
Dulu si perong ini lahir di dalam etalase kantin, dia lahir di bawah lemari etalase kantin, kalau tidak salah ingat masih ada dua ekor lagi saudaranya, jadi mereka semua lahir disana sebelum beberapa hari kemudian mereka dibawa pakai kandi bekas beras ke rumah gua, induknya si kucing perong ini juga kucing gua yang sukanya main ke kantin, jadi induknya si perong ini sangat senang main ke kantin dan sampai dia hamil dan beranak pun dia sukanya keluyuran ke kantin karna di kantin banyak bekas makanan, cuma setelah anaknya dibawa pindah ke rumah akhirnya babonya menyusui dirumah, selang beberapa bulan induknya si perong ini sakit dan meninggal di kandang ayam milik tetangga, saat itu tetangga kami memberi tahu kalau kucing kami meninggal di sana, lalu saudaranya si perong yang satunya juga ikut meninggal, jadi tinggal si perong kecil ini aja yang hidup bersama kami, saat perong kecil dia sangat takut untuk keluar rumah, dia hanya lari sebentar ke depan teras lalu lari kembali lagi masuk ke dalam rumah, tapi terkadang dia suka gua gendong juga keluar rumah bahkan sering saya ajak ke kebun yang berada dibelakang rumah pada saat gua sedang berkebun, perong suka sekali saat di ajak main di kebun belakang ia berlarian ke sana kemari seperti tupai kecil yang lincah, lalu semakin lama si perong semakin besar dan gak betah berada di rumah, setelah dia dewasa dia juga suka melompat jendela rumah untuk keluar rumah berburu cicak di tembok rumah tetangga yang banyak cicaknya, ya kadang dia juga suka tiduran di sana di emperan teras luar rumah tetangga untuk berburu cicak saat malam hari, singkat cerita sebelum meninggal kadang si perong ini sering terlihat bersama kucing betina di depan halaman rumah tetangga yang banyak cicaknya itu, lalu karna badanya merasa tidak enak si perong ini lama-lama sukanya hanya tiduran saja di atas jok motor tapi dia masih mau makan dan lahap juga makanya, cuma dia kelihatan pilek dan  ingusnya meler terus, beberapa malam sebelum perong meninggal gua suka bangun di malam hari untuk bersihin hidungnya perong pakai tisu, ya bolak-balik saya bersihkan ingusnya karna ingusnya itu meler terus, lalu tepatnya di hari Jum'at dia berjalanya terlihat mulai sempoyongan, lalu saya kandangin dia di kandang kucing, saya minumin air gula dan sedikit garam, saya suapin makanya, lalu dikasih sedikit antibiotik, diselimutin, keliatanya memang agak sedikit membaik namun badanya memang agak kaku, akhirnya Sabtu siang sekitar jam 1 siang dia meninggal, lalu si perong saya kubur dengan kedalaman kuburanya itu sekitar 30cm dan lokasi kuburanya berada di kebun belakang rumah.

Perong ini kucing yang tidak nakal, mandiri, nurut dan pintar, tapi dia suka cakarin jok dan pintu, hehehe... dia kalau BAB gak sembarangan dia tau dimana dia harus BAB, dia suka keluyuran tapi ingat pulang, misal dia pergi seharian gak pulang besoknya tau-tau dia udah nongol lagi pulang ke rumah, dia juga pernah sakit parah beberapa kali tapi sembuh saat di obatin dan dirawat di rumah, dia badanya gemuk kayak anak bayi kecil berat juga kalau di gendong persis anak bayi, mungkin kalau dia sehat umurnya masih bisa bertahan 2 tahun lagi, karna untuk fisik luar si perong ini kuat dan sehat, terus dia juga gak pernah kena gudik atau pun gatal-gatal, intinya gak pernah luka, paling ada sedikit bekas cakaran kucing lainya aja bekas dia abis berantem dengan kucing liar.

Perong ini makanya juga gak milih-milih, makanan apa pun semua dia doyan, kalau di kasih makan juga selalu habis, tidurnya sukanya di gerobak depan teras rumah, lalu di jok motor kadang juga suka mejeng di tengah jalan aspal depan rumah yang sepi, lalu di kursi plastik yang ada di teras tetangga juga, dia pintar kalau main tempat tetangga tau pulang kerumah, untungnya dia gak pernah menyebrang ke jalan raya yang ramai kendaraan lewat.

Dibawah ini adalah foto terakhir perong:







Terimakasih Perong sudah menemani keluarga kami selama 5 tahun ini dengan tingkah lucunya, semoga perong damai dan bahagia di surga, perong akan selalu kami ingat dan jadi kucing kesayangan di hati kami.

Komentar