Jangan Terlalu Baik
Ya, jadi orang jangan terlalu baik gaes karna nanti keterlalu baikan kita itu akan jadi bumerang bagi diri kita sendiri, contohnya: di saat mereka susah kita bantu mereka tapi disaat kita yang sedang susah mereka belum tentu mau membantu kita atau bahkan malah tidak peduli dan cuek.
Dulu gua berpikir saat gua berbuat baik ke orang lain maka orang lain itu pun akan berprilaku baik juga kepada kita, tapi.. belum tentu gaes, malahan kadang kebaikan kita bisa di ibaratkan sebagai air susu yang dibalas dengan air ketuban, karna gua pernah merasakan hal itu sendiri.
Maksud gua disini buka berarti kalian gak boleh berbuat baik sama orang lain, misalnya kalian menolong orang yang sakit, kalian nganterin tentangga kalian yang sakit untuk berobat ke rumah sakit atau kalian menolong hewan yang terjebak di tengah jalan dan yang kelaparan atau kalian bantu-bantu jagain lingkungan rumah tetangga kalian yang kosong karna ditinggal liburan, ya itu memang harus kalian lakuin walau gak wajib tapi hati kalian harus tergerak untuk menolong orang lain yang sedang kesusahaan, tapi terlalu baik yang gua maksud disini adalah jangan menjadi peribadi yang kebaikanya berlebihan nanti kalian akan dimanfaatkan dan di peralat oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab dan karna dia tau kelemahaan kamu orangnya baik dan gak enakan nanti kamu bakal di manfaatin sama dia.
Diperalatnya itu bagaimana ya misalnya kita jadi diperalat duitnya, tenaganya, kalo duit & tenaga gak cukup ya apa aja yg kita punya yang bisa mengguntikan bagi dia aja, misalnya kalau kita punya motor ya mungkin kita bakal di suruh anter jemput jadi (supir pribadi gratisan) atau malah motor kita di pinjam-pinjam seenaknya, misalnya kita punya laptop mungkin laptop kita juga bakal sering di pinjam dan dipakai seenaknya pinjamnya bisa jadi laptop itu bisa nginep sampe bulanan dirumahnya gak dibalikin karna dia hanya memanfaatkan kita tanpa menghargai kepercayaan kita.
Kenapa hal itu bisa terjadi?, karna kita dianggap irangnya mauan/gampangan, dianggap gak ada harga dirinya karna terlalu baik (kita dianggap gak akan marah dan gak aka ada tindakan atau ketegasan saat diperlakukan demikian), jadi orang itu jadi seenaknya dan ngegampangin kita.
Ya, hidup di dunia ini memang cukup keras, setiap manusia pasti punya masalah hidupnya masing-masing, tapi kalau kita terlalu baik sama orang, lain nanti akhirnya maslah & beban hidup orang itu malah jadi masalah dan beban hidup kita juga, mending dia mau gantian disaat kita susah dia bantu kita.
Misalnya:
Temen lagi susah kita support, kita dukung, kita biayayain, kita modain, kita bantu buat kerja, giliran dia udah sukses & naik daun dia malah nginjek kepala kita, bagaikan kacang lupa dengan kulitnya.
Ya, karna gua pernah merasa nolong beberapa temen gua (menolong dalam hal support, pengalaman dan dana) dan mereka pun akhirnya sukses tapi giliran gua yang nganggur dan minta tolong sama mereka: "rata-rata mereka akan berkata pinter-pinter lo sendiri aja" (What?)
Jadi kita di suruh cari cara sendiri untuk bisa sukses, karna dia gak mau nolong dan gak mau tau tentang keadaan kita yang sedang terpuruk sepeti sekarang ini.
Karna ini kisah nyata, gua alami senidiri., teman yang gua bimbing-bimbing biar masuk kerja, dari ngasih tau cara masukin lamaran, cara ngobrol sama HRD saat di interview, cara nulis lamaran dan cv yang benar, bebusana yang benar & baik saat datang interview, dll. Giliran dia udah keterima kerja, udah sukses dia lupa siapa yang pernah membantunya.
Intinya baik boleh tapi jangan keterlaluan, pilih & pilah kebaikan apa yang pantas diberikan, terus saat kita berbuat baik jangan berharap balasan atau imbalan, berbuat baiklah yang ikhlas, siapa tau dari kebaikan-kebaikan yang kita berikan, kita dijauhkan dari musibah, malapetaka & bahaya. (karna musibah & petaka di dunia ini tidak tercantum dikalender).
kalau kita sudah baik tapi kebaikan kita malah dibalas dengan kejahatan yang diibaratkan air susu dibalas dengan air ketuban berarti yang kita tolong itu bukan manusia tapi Iblis atau Setan, nah jangan pernah menolong Iblis atau Setan.
Tolonglah orang yang benar-benar tulus membutuhkan bantuan, jadilah baik tapi jangan berlebihan selagi orang itu mampu menyelesaikan masalanya janganlah kamu ikut campur dengan masalah orang lain suapaya apa?, supaya kamu tidak terbeban dan terlibat masalah dengan orang lain.
Kedua kelemahan orang baik itu:
"Tidak Enakan", "Merasa Malu Jika Tidak Bisa Menolong Orang Lain", "Gampang Sekali Membantu Orang Tanpa Dipikir Panjang".
Akhirnya:
"Kamu Dilibatkan Dengan Masalah Mereka", "Kamu Ikut Bertanggung Jawab Dengan Masalah Mereka" Dan "Jadi Terlibat Masalah Berat", "Terbawa-Bawa Dengan Masalah Orang Lain".
Intinya kebaikan kita itu adalah kelemahan dimata orang lain, jadi pergunakan kelemahan itu sebagai kekuatan independent.
Kekuatan serta keikhlasan yang di filter dengan pola pikir yang matang dan keputusan yang bijak, tanpa pemikiran yang matang dan keputusan yang bijak kebaikan kita akan jadi bumerang bagi diri kita sendiri, salam.

Komentar
Posting Komentar